
AI Search Mengubah Cara Konsumen dalam Memilih Brand
15 September 2026
Dulu, perjalanan konsumen sebelum membeli sebuah produk relatif mudah dipetakan. Mereka mencari informasi melalui mesin pencari, melihat konten di media sosial, membaca review, lalu membandingkan beberapa pilihan sebelum akhirnya mengambil keputusan.
Kini, proses tersebut mulai berubah.
Kehadiran generative AI membuat konsumen memiliki cara baru untuk mencari informasi. Alih-alih membuka banyak halaman pencarian, mereka bisa langsung bertanya kepada AI: produk apa yang paling sesuai, brand mana yang layak dipilih, apa kelebihan dan kekurangannya, bahkan alternatif apa yang tersedia sesuai kebutuhan mereka.
Perubahan ini mungkin terlihat seperti perkembangan teknologi biasa. Namun bagi brand, dampaknya jauh lebih besar karena AI mulai ikut masuk ke dalam consumer journey.
Di Indonesia sendiri, adopsi generative AI menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Masyarakat Indonesia mencatat bahwa sekitar delapan dari sepuluh konsumen Indonesia telah mencoba generative AI.
Artinya, AI tidak lagi hanya menjadi teknologi yang digunakan untuk mencoba-coba. Bagi sebagian konsumen, AI mulai menjadi bagian dari cara mereka memperoleh informasi dan membentuk pertimbangan.
Dari Search Engine ke AI Discovery
Selama ini, brand berlomba mendapatkan posisi terbaik di mesin pencari. Logikanya sederhana: semakin mudah ditemukan, semakin besar peluang brand masuk ke dalam pertimbangan konsumen.
Namun, AI Search membawa pola yang berbeda.
Ketika konsumen bertanya, “Rekomendasikan skincare untuk kulit sensitif,” misalnya, mereka tidak lagi mendapatkan daftar link yang harus dibuka satu per satu. AI dapat langsung menyusun jawaban, membandingkan pilihan, dan memberikan rekomendasi berdasarkan informasi yang tersedia.
Di titik ini, visibility tidak lagi hanya berarti muncul di hasil pencarian. Brand juga perlu memikirkan bagaimana informasi tentang mereka muncul ketika konsumen bertanya kepada AI.
Informasi dari website, artikel, review, media, forum, hingga sumber digital lainnya dapat berkontribusi dalam membentuk gambaran mengenai sebuah brand. Karena itu, kehadiran digital yang konsisten dan informasi yang kredibel menjadi semakin penting.
Brand perlu memastikan bahwa ketika seseorang atau bahkan AI mencari tahu tentang mereka, informasi yang ditemukan tidak membingungkan, saling bertentangan, atau terlalu minim untuk memahami value yang ditawarkan.
You might interest with this too



